Tabungan Investasi CAR 3i-Networks Halalkah Menurut Islam?

Tabungan Investasi CAR 3i-Networks Halalkah Menurut Islam?

Tabungan Investasi 3i-Networks saat ini begitu pesat perkembangannya. Betapi tidak, hanya dengan menabung Rp 350.000 per bulan, dan stop setelah 5 tahun, uang kita bisa berkembang ratusan juta hingga milyaran rupiah.

Tabungan investasi 3i-Network merupakan program investasi yang LEGAL dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sehingga memberi rasa aman bagi para nasabah.

Bagaimana mungkin kita menabung Rp 350.000 selama 5 tahun atau totalnya hanya Rp 21.000.000, dana kita bisa bekembang rutusan juta hingga milyaran rupiah? Jawabannya, karena dana kita dikembangkan dalam suatu usaha ekonomi yang menguntungkan.

Dana tabungan investasi 3i-Networks dikembangkan di Reksadana, Obligasi, dan Pasar Uang sehingga dana investasi terus BERTUMBUH. Sejak 2006 rata-rata pertumbuhannya 17,23% per tahun. Suatu angka yang cukup besar dalam suatu INVESTASI.

Yang, sering jadi pertanyaan, bagaimana hukumnya mengembangkan uang seperti ini menurut Islam?
Untuk menjawabnya, tentu kita harus mengetahui bagaimana dana investasi kita dikelola.

Seperti sudah disebutkan di atas, dana investasi kita salah satunya dikembangkan di Reksadana.
Apa itu reksadana?

Reksadana merupakan wadah dan pola pengelolaan dana dari sekumpulan investor untuk berinvestasi dalam instrumen-instrumen investasi yang tersedia di pasar. Dana ini kemudian dikelola oleh Manajer Investasi ke dalam portofolio investasi, baik berupa saham, obligasi, pasar uang ataupun efek/sekuritas lainnya.

Dalam hal ini kita adalah sebagai penanam modal, bukan membungakan uang.

Nah, nantinya, keuntungan yang kita peroleh dari dana investasi kita itu, dibagi dari hasil keuntungan pengembangan investasi. Jadi keuntungannya merupakan bagi hasil, sehingga besarannya tidak tetap. Berbeda dengan menabung di bank yang bunganya sudah ditetapkan.

Sebuah produk keuangan bisa dikatakan halal sesuai syariah jika terbebas dari 3 poin beikut ini:

  1.  Riba, yaitu menetapkan keuntungan/bunga di awal transaksi. Misal, kita menabung Rp 100 juta ditetapkan bunga tabungan 10% setahun, sehingga uang kita menjadi Rp 110 juta. Ini termasuk riba. Karena kita tidak tahu, apakah uang yang diputar itu untung atau rugi, yang pasti kita dapat bagian 10%.

    Nah, ini sangat berbeda dengan berinvestasi di 3i-Network. Keuntungan kita berdasarkan dari perkembangan investasi yang berjalan. Makanya di dalam program investasi 3i-Network keuntungan digambarkan dalam ILUSTRASI (berdasarkan perkembangan tahun-tahun sebelumnya), bukan angka keuntungan tetap. Jadi, sebagai penanam modal, kita bisa memperoleh keuntungan yang sangat besar, dan bisa juga kecil bahkan merugi (meski pun ini belum pernah terjadi karena nilai investasi terus naik).

    Jadi paham kan, bahwa keuntungan yang kita dapatkan dari program 3i-Networks merupakan bagi hasil dari modal yang kita tanam, dan terbebas dari riba.

  2. Gharar, yaitu unsur penipuan dan tidak mengetahui sesuatu yang diakadkan yang didalamnya diperkirakan tidak ada unsur kerelaan. Transaksi keuangan semacam itu dalam islam diharamkan.

    Hal tersebut berbeda dengan program tabungan investasi CAR 3i-Networks yang sangat jelas dan terbuka. Bahkan omset perusahaan pun di share ke publik agar semua bisa melihat. 3i-Network diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) sehingga transparansi-nya terjamin. Dengan begitu 3i-Networks terbebas dari unsur gharar.

  3. Maisir, yaitu transaksi keuangan yang mengandung unsur perjudian. Ini tentu diharamkan.
    Sementara, tabungan investasi 3i-Networks sama sekali tidak ada unsur perjudiannya, baik dalam usaha mengembangkan investasi maupun komponen di dalam CAR 3i-Network sendiri.

Nah, Anda sudah paham bahwa produk tabungan CAR 3i-Networks terbebas dari ketiga unsur di atas.

Yang perlu kita ketahui juga bahwa investasi Reksadana, banyak yang terikat dengan dua akad, yaitu wakalah dan mudharabah.

Wakalah berarti pelimpahan kekuasaan oleh suatu pihak kepada pihak lain dalam hal-hal yang boleh diwakilkan. Akad ini merupakan kesepakatan antara penanam modal dengan manajer investasi yang berwenang mengelola dana investasi reksa dana. Dengan demikian penanam modal mempercayakan modal usahanya dan memberikan mandat kepada manajer investasi untuk melakukan kegiatan investasi untuk tujuan yang telah disepakati sesuai dengan yang telah tertera di prospektus reksa dana.

Sementara itu, mudharabah adalah pelimpahan harta seseorang kepada orang lain untuk diperdagangkan sesuai dengan ketentuan dan hasilnya akan dibagi antara kedua belah pihak. Tentu saja ini sesuai dengan syarat-syarat yang telah disepakati dan berlaku bagi penanam modal atau investor dan manajer investasi.

Instrumen investasinya sendiri, yaitu reksadana merupakan kumpulan aset yang dikelola oleh manajer investasi. Bentuk asetnya sendiri beraneka ragam, seperti deposito, surat utang (obligasi), dan saham. Dalam penerapan investasinya, reksadana syariah akan mengedepankan dan menjunjung tinggi prinsip syariah.

Tahukah Anda, bahwa 3i-Networks CAR terdaftar di AASI atau Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia? Kalau begitu, apa lagi yang mesti diragukan?

Legalitas 3-i Network

Legalitas 3i-Networks

Yuk, mulai menabung dan mengajak teman bergabung

Dapatkan proteksi, investasi, dan income sekaligus.

Join